Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Indonesia telah sejak lama dikenal dunia sebagai salah satu negara yang kaya akan keragaman suku, keragaman budaya, dan juga keragaman agama yang ada di masyarakatnya. Selain itu juga, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki bentangan kawasan alam yang sangat indah dan memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Oleh karena itu, masyarakat dunia acap kali menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan atau destinasi bagi mereka untuk berlibur dan menghabiskan hari – hari mereka untuk melepaskan diri dari kepenatan kegiatan sehari – hari mereka yang menimbulkan stress. Bahkan, tidak jarang dari mereka yang kemudian memilih tinggal di Indonesia karena sudah merasa lebih nyaman daripada tinggal di negeri nya sendiri. Bagaimana tidak? Tentu saja selain karena alamnya yang indah, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang penduduk atau masyarakatnya terkenal dengan keramah tamahan nya dalam berinteraksi dengan sesame maupun kepada warga Negara asing atau pelancong – pelancong yang dating ke Indonesia. Tidak hanya itu, biaya hidup di Indonesia juga terhitung lebih murah apabila dibandingkan dengan biaya hidup di Negara – Negara benua Amerika, Eropa, dan juga Asia lainnya.

Salah satu tujuan pariwisata di Indonesia yang sudah termahsyur atau terkenal sampai ke pelosok dunia adalah Pulau Bali. Ya, Pulau Bali. Siapa sih yang tidak mengenal Pulau Bali? Pulau yang juga dijuluki sebagai Pulau Seribu Pura ini memang tidak pernah sepi dari para pelancong atau wisatawan baik yang berasal dari luar negeri (mancanegara) maupun wisatawan yang berasal dari dalam negeri (domestik). Pulau Bali benar – benar pulau yang kaya yang tidak akan pernah membuat siapapun bosan terhadapnya. Hamparan pantai yang luas, indahnya kawasan pertanian, hotel – hotel bintang 5 yang megah, restoran pinggir pantai yang memanjakan seluruh wisatawan, dan jangan sampai lupa dengan budaya Bali yang bercampur dengan Agama Hindu di Bali yang benar – benar memiliki estetika nilai seni yang tinggi ytang tidak akan bosan – bosannya disaksikan oleh para wisatawan yang dating berkunjung ke Pulau Bali. Tidak hanya itu, bagi para wisatawan yang gemar dengan hiburan – hiburan malam, di Pulau Bali juga terdapat kawasan khusus yang menyediakannya.

Pulau Bali sendiri juga seringkali menjadi tempat penyelenggaraan event – event penting sekelas event nasional bahkan hingga event – event internasional. Sebut saja beberapa waktu yang lalu terdapat kunjungan Raja Arab Saudi yaitu Salman bin Abdulaziz al-Saud. Kala itu, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud melakukan kunjungan ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo dalam urusan kenegaraan dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke Pulau Bali untuk berlibur bersama dengan rombongannya yang berjumlah hingga 1.500 orang!. Mendapat tamu penting kenegaraan seperti itu, tentu saja Pulau bali sudah sangat siap dan secara professional dapat melayani tamu penting itu secara maksimal dengtan pelayanan yang maksimal juga dari beberapa hotel – hotel bintang lima yang ada di Bali. Hal ini dapat dibuktikan dari keputusan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yang memperpanjang masa liburannya di Pulau Bali bersama dengan rombongannya. Tentu saja ini menjadi sebuah prestasi bagi pariwisata di Pulau Bali.

Event internasional lain yang juga pernah diselenggarakan di Pulau Bali adalah pertemuan tahunan lembaga IMF atau Intenational Monetary Fund dan World Bank atau Bank Dunia yang diselenggarakan pada tahun 2018 lalu. Disamping itu juga, penyelenggaraan Miss World pada tahun 2013 di Pulau Bali juga merupakan sebuah prestasi luar biasa yang pernah ditorehkan Pulau Bali. Penyelenggaraan acara – acara dan kunjungan internasioanl tersebut tentu saja membawa dampak yang sangat – sangat positif bagi pariwisata dan juga perekonomian yang ada di Bali. Melalui event – event tersebut, Pulau Bali secara tidak lanngsung mendapat sarana promosi gratis yang menyebar secara global dengan sangat cepat tanpa biaya. Tidak hanya usaha – usaha yang besar saja yang mendapat manfaatnya, tetapi juga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Pulau Bali juga merasakan manfaatnya.

Penyelenggaraan event – event sekelas internasional tersebut sudah menjadi bukti nyata bahwa Pulau Bali siap bersaing di dunia internasional sebagai kawasan destinasi wisata bagi seluruh dunia. Apa saja yang menjadi aspek – aspek utama Pulau Bali agar dapat bersaing sebagai destinasi pariwisata di era global? Tentu saja ada beberapa aspek yang terus dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat Bali untuk terus maju, misalnya saja infrastruktur yang terus digenjot untuk menunjang pariwisata, pelesatarian budaya Bali yang menarik masyarakat dunia, kualitas sumber daya manusia yang memadai, dan juga yang paling penting adalah kesiapan dalam mengahadapi proses digitalisasi di bidang pariwisata. Hal – hal tersebutlah yang membuat Bali terus dapat bersaing di dunia internasional pada era global seperti ini.

Dewasa ini, roda kehidupan terus berputar dengan cepat dan tak kenal berhenti. Seiring berjalannya waktu, banyak hal di dunia ini yang terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Perubahan – perubahan ini berlangsung seiring dengan waktu meliputi seluruh sektor mulai dari pertanian, industri, perikanan, perekonomian, bahkan hingga sector pariwisata. Untuk menghadapinya, kita sebagai makhluk yang berakal harus bisa beradaptasi dengan perubahan – perubahan yang terjadi, karena apabila kita tidak dapat beradaptasi dengan perubahan – perubahan tersebut, maka sudah pasti kita akan tertinggal tergerus oleh zaman dan perlahan – lahan kita juga akan terlupakan dengan sendirinya. Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi kita, terutama pada sektor – sektor penting seperti perekonomian. Bagaimana tidak, hal ini tentu saja karena perekonomian adalah salah satu dari sekian banyak aspek yang merupakan sektor penunjang utama bagi keberlangsungan kehidupan kita di dalam masyarakat.

Melihat begitu pentingnya sektor perekonomian, sebagai seorang insan masyarakat yang akan terjun langsung ke dalam kehidupan bermasyarakat yang di dalamnya tentu saja juga akan bersangkutan langsung dengan perekonomian, maka hendaknya kita memahami terlebih dahulu mengenai perekonomian. Revolusi industri 4.0 menjadi titik balik bagi semua pihak untuk terus melangkah maju dan berinovasi utamanya dalam dunia perindustrian dalam usaha – usahanya meningkatkan perekonomian. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena revolusi industri 4.0 mengakibatkan perubahan – yang mendasar dalam proses perindustrian dalam hal ini menekankan penggunaan teknologi digital, dan juga mesin – mesin dalam proses industri untuk memaksimalkan hasil atau output dari proses industry tersebut sehingga dapat meningkatkan pendapatan yang lebih besar yang tentu saja sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat. Disamping itu, revolusi industri 4.0 juga mengharuskan sumber daya manusia memiliki skill atau kemampuan yang mumpuni agar bisa tetap bersaing, dalam hal ini paling tidak sumber daya manusia harus bisa mengoperasikan teknologi – teknologi yang berkaitan. Adapun hal yang lebih penting selain kemampuan tersebut adalah harus adanya jiwa entrepreneur atau jiwa kewirausahaan pada masyarakat untuk terus berinovasi dan berkreasi untuk menghasilkan lapangan pekerjaan yang dapat mendorong roda perekonomian masyarakat.

Berkaca dari pentingnya jiwa entrepreneur atau jiwa kewirausahaan dalam diri kita sebagai golongan muda yang inovatif dan kreatif di era milenial ini, hendaknya sejak dini kita sudah mulai memahami berbagai macam peluang usaha yang ada di sekitar kita. Tak terkecuali untuk masyarakat yang tinggal di daerah – daerah tujuan pariwisata seperti halnya di pulau yang memiliki julukan Pulau Seribu Pura atau Pulau Bali. Kepariwisataan dan kewirausahaan merupakan dua sektor yang saling berkaitan. Di Pulau Bali, sektor pariwisata adalah penopang utama dalam urusan perekonomian. Bagaimana tidak, Bali sudah sejak lama terkenal sampai ke pelosok dunia sebagai tujuan pariwisata. Maka dari itu, sebagai masyarakat yang tinggal di daerah pariwisata saya memiliki keinginan untuk terjun ke dunia bisnis yang berkaitan dengan pariwisata tepatnya di bidang Travel Agent.

Bisnis travel agent adalah jenis usaha yang telah lama ada namun hingga hari ini masih dapat bertahan karena dapat terus mengikuti perkembangan zaman. Bahkan, bisnis travel agent ini digadang – gadang akan semakin baik dan memiliki potensi yang besar beberapa tahun ke depan. Hal ini disebabkan karena semakin masifnya penggunaan internet di bidang pariwisata yang melahirkan pasar travel online dan terjadinya peningkatan kunjungan pelancong atau wisatawan yang datang ke Indonesia secara kumulatif. Menurut data dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) dalam periode bulan Januari – Mei 2019 sudah tercatat 6,37 juta wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke Indonesia. Dengan pangsa pasar yang luas, tentu saja bisnis travel agent ini menjadi salah satu peluang bisnis yang terlihat sangat menggiurkan, ditambah lagi dalam menggeluti bisnis ini di era digital seperti sekarang sudah terbilang cukup mudah karena tidak banyak kendala. Semuanya dapat dilakukan hanya dengan koneksi intenet dan gadget yang memadai sehingga tidak perlu membuang – buang banyak waktu dalam melakukannya.

Apabila suatu saat nanti saya mendapatkan kesempatan untuk memulai suatu bisnis, tentu saja saya akan memilih untuk membuka bisnis di bidang travel agent karena melihat berbagai kelebihan yang ditawarkan dari bisnis travel agent ini di bidang pariwisata.

Di dunia ini, tidak ada hal yang kekal abadi dan bertahan selamanya. Seiring berjalannya waktu, ada saja perubahan – perubahan yang terjadi. Perubahan – perubahan tersebut ada yang berjalan sangat lambat dan membutuhkan waktu yang sangat lama, namun tidak jarang juga ada perubahan yang terjadi secara mendadak atau tiba – tiba dan mengangetkan seluruh pihak yang terdampak oleh perubahan – perubahan yang terjadi. Perubahan – perubahan yang terjadi tersebut seringkali berdampak positif bagi kehidupan dan keberlangsungan namun tidak jarang juga menimbulkan imbas atau dampak negatif di sisi yang lain. Berangkat dari hal tersbut, hendaknya kita memiliki kepekaan akan perubahan – perubahan yang terjadi, dan setidaknya kita bisa memahami dan mengerti mengenai perubahan – perubahan tersebut sehingga kita dapat merasakan manfaat positifnya dan membuang segala imbas negatifnya.

Sebut saja yang saat ini sedang hangat dan santer dibicarakan oleh masyarakat khususnya yang bergelut di bidang industri baik itu industri pangan, industri tekstil, industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, dan jangan sampai lupa juga dengan industri pariwisata yaitu revolusi industri 4.0. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0? pada dasarnya, masyarakat mengenal revolusi industri 4.0 sebagai revolusi teknologi atau revolusi digital yaitu pengimplementasian teknologi dan digitalisasi padi masing masing bidang industri yang ada. Menurut Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin RI) Kabinet Kerja periode 2014 – 2019 Bapak Airlangga Hartarto, Indonesia akan menjadi salah satu dari beberapa negara yang terdampak sangat besar dengan adanya revolusi industri 4.0 ini, hal senada juga disampaikan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia periode 2014 – 2019 yaitu Bapak Arief Yahya.

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dan juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan utamanya pada masa revolusi industri 4.0 saat ini. Salah satu sektor perindustrian yang memiliki potensi besar kedepannya adalah sektr industri pariwisata. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai apa sih dampak dari revolusi industri 4.0 terhadap perindustrian pariwisata di Indonesia.
Pariwisata di indonesia sudah sangat tersohor ke seluruh pelosok dunia, maka dari itu revolusi industri 4.0 memiliki dampak yang sangat besar terhadap industri pariwisata. Industri pariwisata yang ada di Indonesia perlahan – lahan mulai mengalami perubahan dari konvensional menjadi digital. Seperti mengutip dari pernyataan Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya tentang visi pariwisata Republik Indonesia yang dilansir dari laman travel.kompas.com bahwa di era digital ini, 70% pelancong atau wisatawan sudah merasakan dampak dari era pariwisata digital. Hal ini sudah sesuai dengan perencanaan Kementrian Pariwisata Indonesia dengan visinya yaitu Go Digital agar dapat menjangkau dan menarik pangsa pasar industri pariwisata yang begitu besar, yang selama ini berada di luar jangkauan dari era pariwisata konvensional yang sangat terbatas dan cakupan atau ruang lingkupnya masih sempit.

Menyiasati hal tersebut, Kementrian Pariwisata Republik Indonesia sudah menyiapkan cara tersendiri untuk menghadapinya. Salah satunya adalah dengan menyiapkan suatu platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) bisa tetap eksis dan bersaing dengan penjualan paket pariwisata melalui digital marketplace yang disiapkan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Tentu saja usaha ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan dampak positif dari digitalisasi pariwisata.
Disamping hal tersebut, revolusi industri 4.0 juga menyebabkan munculnya berbagai Online Travel Agent (OTA) atau yang apabila diartikan ke Bahasa Indonesia memiliki pengertian sebagai penyedia jasa perjalanan wisata berbasis online. Kemunculan Online Travel Agent ini memiliki dampak yang signifikan terhadap pelayanan jasa di bidang pariwisata yang dirasakan oleh konsumen – konsumen yang di era milenial ini didominasi oleh golongan muda yang didominasi oleh golongan muda yang sudah paham dan tidak bisa lepas dari teknologi. Bagaimana tidak, kehadiran Online Travel Agent ini memiliki berbagai macam kelebihan dan kemudahan seperti dalam sistem pembayaran, sistem promosi, dan berbagai macam kelebihan lainnya yang tidak dapat diberikan oleh pelayanan jasa pariwisata konvensional.

Begitu besarnya dampak revolusi industri 4.0 bagi industri pariwisata harus menjadi perhatian khusus kita, karena apabila kita tidak dapat mengikuti dan mengimbanginya maka tentu saja kita akan tertinggal dan terlupakan. Mulai sekarang, marilah kita dengan aktif mempelajari tentang pentingnya GoDigital bagi industri pariwisata.

Indonesia, negeri sejuta budaya, suku, dan keindahan alamnya. Negeri yang tersohor sampai ke ujung dunia karena daya tariknya bagi para pecinta budaya dan pemandangan yang memanjakan mata. Tak diragukan lagi, siapapun yang berkunjung ke Indonesia sudah pasti akan jatuh hati kepadanya. Maka tak heran kalau Indonesia menjadi destinasi pariwisata bagi para wisatawan mancanegara yang ingin melepas kepenatan dari hiruk pikuk kegiatan di negeri asalnya. Banyak sekali wisata yang ditawarkan di Indonesia, mulai dari wisata alam, wisata belanja, wisata budaya, bahkan sampai dengan wisata keagamaan juga tersebar dari Sabang sampai dengan Merauke, dari Miangas sampai ke pulau Rote.

Melihat begitu besarnya potensi pariwisata di Indonesia, maka tidak heran apabila pariwisata mendapat perhatian khusus dari pemerintah serta menjadi sektor yang diunggulkan dan dikembangkan oleh pemerintah di Indonesia. Salah satu bukti keseriusan dari pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor pariwisata yang ada adalah peningkatan aksesibilitas antar objek wisata, pemberdayaan sumber daya manusia, dan tentu saja kampanye maupun sosialisasi mengenai digitalisasi pariwisata di era milenial
Di era milenial ini, semua dituntut serba cepat dan serba instan. Mulai dari hal – hal kecil, sampai dengan hal – hal penting semuanya dituntut agar dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Tak terkecuali dengan pariwisata yang ada di Indonesia. Seperti mengutip dari pernyataan Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya tentang visi pariwisata Republik Indonesia yang dilansir dari laman travel.kompas.com bahwa di era digital ini, 70% pelancong atau wisatawan sudah merasakan dampak dari era pariwisata digital. Hal ini sudah sesuai dengan perencanaan Kementrian Pariwisata Indonesia dengan visinya yaitu Go Digital agar dapat menjangkau dan menarik pangsa pasar industri pariwisata yang begitu besara, yang selama ini berada di luar jangkauan dari era pariwisata konvensional yang sangat terbatas dan cakupan atau ruang lingkupnya masih sempit.

Walaupun perubahan – perubahan berlangsung dengan cepat, Kementrian Pariwisata Republik Indonesia sudah menyiapkan cara tersendiri untuk menghadapinya. Salah satunya adalah dengan menyiapkan suatu platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) bisa tetap eksis dan bersaing dengan penjualan paket pariwisata melalui digital marketplace yang disiapkan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Tentu saja usaha ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan dampak positif dari digitalisasi pariwisata.

Selain itu, salah satu fenomena yang turut menghiasi perjalanan revolusi industri 4.0 di Indonesia adalah menjamurnya kehadiran OTA atau Online Travel Agent. Dalam realitanya, Online Travel Agent telah jauh di depan dan dengan cepat meninggalkan bisnis travel agent yang masih konvensional. Sebut saja nama – nama besar seperti PegiPegi, Tiket.com, Rajakamar.com, dan juga GoIndonesia. Selain nama – nama besar tersebut, ada satu lagi Online Travel Agent yang tidak boleh ketinggalan yaitu Traveloka. Bagaimana tidak, Traveloka adalah salah satu Online Travel Agent yang berhasil mecapai predikat Unicorn (predikat yang diberikan untuk startup yang berhasil mencapai nilai valuasi lebih dari 1 miliar Dollar Amerika).
Kemunculan Online Travel Agent tentunya tidak mengherankan. Hal ini disebabkan oleh begitu banyaknya kelebihan yang mereka tawarkan kepada konsumen yang di masa kini didominasi oleh kaum milenial yang serba instan dan serba cepat. Sebut saja berbagai kemudahan seperti dalam masalah transaksi pembayaran, pemasaran produk yang up to date, serta adanya feedback dari konsumen berupa rating dan review secara real time yang dapat dilihat oleh calon pelanggan lain sebagai acuan dalam memilih destinasi wisata, hotel, agen perjalanan dan lain – lain. Satu hal lagi yang membuatnya lebih digemari adalah gencarnya promosi – promosi yang dilakukan oleh para Online Travel Agent yang memanjakan para konsumennya. Maka dari itu, tidak mengherankan apabila para pelaku industri pariwisata yang sudah melakukan digitalisasi akan semakin jauh meninggalkan para pelaku industri pariwisata yang tidak mau maju dan bertransformasi dari konvensional menjadi digital.

Sebagai masyarakat yang tinggal di daerah pariwisata, kita harus siap dan sigap menanggapi perubahan apapun yang akan terjadi dan harus bisa beradaptasi dengan perubahan – perubahan tersebut dalam hal ini contohnya adalah era digitalisasi sektor pariwisata. Apabila kita tidak berhasil mengikutinya, maka kita lah yang akan tergerus olehnya. Tentu saja kita sebagai insan yang berkecimpung di dunia pariwisata tidak ingin sektor pariwisata kebangaan kita ini menjadi tertinggal dan mati tergerus oleh zaman, maka dari itu hendaknya mulai saat ini kita harus aktif dalam mempelajari dan mengkampanyekan tentang digitalisasi sektor pariwisata agar dapat bertahan dan bersaing sehingga kita dan masyarakat siap untuk menyambut era digitalisasi sektor pariwisata.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.