Indonesia, negeri sejuta budaya, suku, dan keindahan alamnya. Negeri yang tersohor sampai ke ujung dunia karena daya tariknya bagi para pecinta budaya dan pemandangan yang memanjakan mata. Tak diragukan lagi, siapapun yang berkunjung ke Indonesia sudah pasti akan jatuh hati kepadanya. Maka tak heran kalau Indonesia menjadi destinasi pariwisata bagi para wisatawan mancanegara yang ingin melepas kepenatan dari hiruk pikuk kegiatan di negeri asalnya. Banyak sekali wisata yang ditawarkan di Indonesia, mulai dari wisata alam, wisata belanja, wisata budaya, bahkan sampai dengan wisata keagamaan juga tersebar dari Sabang sampai dengan Merauke, dari Miangas sampai ke pulau Rote.

        Melihat begitu besarnya potensi pariwisata di Indonesia, maka tidak heran apabila pariwisata mendapat perhatian khusus dari pemerintah serta menjadi sektor yang diunggulkan dan dikembangkan oleh pemerintah di Indonesia. Salah satu bukti keseriusan dari pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor pariwisata yang ada adalah peningkatan aksesibilitas antar objek wisata, pemberdayaan sumber daya manusia, dan tentu saja kampanye maupun sosialisasi mengenai digitalisasi pariwisata di era milenial

            Di era milenial ini, semua dituntut serba cepat dan serba instan. Mulai dari hal – hal kecil, sampai dengan hal – hal penting semuanya dituntut agar dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Tak terkecuali dengan pariwisata yang ada di Indonesia. Seperti mengutip dari pernyataan Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya tentang visi pariwisata Republik Indonesia yang dilansir dari laman travel.kompas.com bahwa di era digital ini, 70% pelancong atau wisatawan sudah merasakan dampak dari era pariwisata digital. Hal ini sudah sesuai dengan perencanaan Kementrian Pariwisata Indonesia dengan visinya yaitu Go Digital agar dapat menjangkau dan menarik pangsa pasar industri pariwisata yang begitu besara, yang selama ini berada di luar jangkauan dari era pariwisata konvensional yang sangat terbatas dan cakupan atau ruang lingkupnya masih sempit.

            Walaupun perubahan – perubahan berlangsung dengan cepat, Kementrian Pariwisata Republik Indonesia sudah menyiapkan cara tersendiri untuk menghadapinya. Salah satunya adalah dengan menyiapkan suatu platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) bisa tetap eksis dan bersaing dengan penjualan paket pariwisata melalui digital marketplace yang disiapkan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Tentu saja usaha ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan dampak positif dari digitalisasi pariwisata.

            Selain itu, salah satu fenomena yang turut menghiasi perjalanan revolusi industri 4.0 di Indonesia adalah menjamurnya kehadiran OTA atau Online Travel Agent. Dalam realitanya, Online Travel Agent telah jauh di depan dan dengan cepat meninggalkan bisnis travel agent yang masih konvensional. Sebut saja nama – nama besar seperti PegiPegi, Tiket.com, Rajakamar.com, dan juga GoIndonesia. Selain nama – nama besar tersebut, ada satu lagi Online Travel Agent yang tidak boleh ketinggalan yaitu Traveloka. Bagaimana tidak, Traveloka adalah salah satu Online Travel Agent yang berhasil mecapai predikat Unicorn (predikat yang diberikan untuk startup yang berhasil mencapai nilai valuasi lebih dari 1 miliar Dollar Amerika).

      Kemunculan Online Travel Agent tentunya tidak mengherankan. Hal ini disebabkan oleh begitu banyaknya kelebihan yang mereka tawarkan kepada konsumen yang di masa kini didominasi oleh kaum milenial yang serba instan dan serba cepat. Sebut saja berbagai kemudahan seperti dalam masalah transaksi pembayaran, pemasaran produk yang up to date, serta adanya feedback dari konsumen berupa rating dan review secara real time yang dapat dilihat oleh calon pelanggan lain sebagai acuan dalam memilih destinasi wisata, hotel, agen perjalanan dan lain – lain. Satu hal lagi yang membuatnya lebih digemari adalah gencarnya promosi – promosi yang dilakukan oleh para Online Travel Agent yang memanjakan para konsumennya. Maka dari itu, tidak mengherankan apabila para pelaku industri pariwisata yang sudah melakukan digitalisasi akan semakin jauh meninggalkan para pelaku industri pariwisata yang tidak mau maju dan bertransformasi dari konvensional menjadi digital.

Sebagai masyarakat yang tinggal di daerah pariwisata, kita harus siap dan sigap menanggapi perubahan apapun yang akan terjadi dan harus bisa beradaptasi dengan perubahan – perubahan tersebut dalam hal ini contohnya adalah era digitalisasi sektor pariwisata. Apabila kita tidak berhasil mengikutinya, maka kita lah yang akan tergerus olehnya. Tentu saja kita sebagai insan yang berkecimpung di dunia pariwisata tidak ingin sektor pariwisata kebangaan kita ini menjadi tertinggal dan mati tergerus oleh zaman, maka dari itu hendaknya mulai saat ini kita harus aktif dalam mempelajari dan mengkampanyekan tentang digitalisasi sektor pariwisata agar dapat bertahan dan bersaing sehingga kita dan masyarakat siap untuk menyambut era digitalisasi sektor pariwisata.

Published by anjanijasmine

Hey guys, this is a blog where i upload many things about tourism. I hope you guys can get enough information from this.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started